Minggu, 14 April 2013

diem tepar dimeja

saat kita marah trus ada orang nyebelin nyamperin mending diem aja tepar di meja, daripada disahutin trus keluar kata2 jahat dari mulut sendiri. bikin orang sakit hati. mending diem tepar di meja

pengennya sih

mau jadi penulis tapi gak ada inspirasi. duh kreativitasnya gk jalan.pengendeh punyak inspirator. kalo bisa sih sepaket sama motivator. tapi cumak one person aja.. hiks, smpek sekarang belom juga nemu. ahh... paling juga Tuhan tau kapan harus donorin someone buat peri kecil tak berdaging ini. hehehe :)

Sabtu, 09 Maret 2013

Laporan Praktek Kimia





               LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

                                                                                         


                                             Nama : Denik Maria Ulfa                                              Kelas : XII IPA1

                                                                                                       




BAB 1
I.    JUDUL PRAKTIKUM
Menguji larutan elektrolit dan non elektrolit

II. TUJUAN PRAKTIKUM
1.      Mengamati gejala-gejala hantaran listrik melalui larutan
2.      Membedakan larutan elektrolit dan non elektrolit
3.      Membedakan larutan yang termasuk elektrolit kuat dan elektrolit lemah

III.       DASAR TEORI
Larutan adalah campuran yang antar zat penyusunnya tidak memiliki bidang batas dan bersifat homogeny di setiap bagian campuran (baik fase, komposisi dan sifat fisik lainnya).
1.      Larutan Elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik yang disebabkan adanya ion-ion positif dan ion-ion negatif yang berasal dari senyawa elektrolit yang terurai dalam larutan. Adanya aliran listrik melalui larutan ditandai oleh nyala lampu pada rangkaian itu dan adanya suatu perubahan (misal timbul gelembung) pada salah satu atau kedua elektrodenya.
Berdasarkan derajat ionisasinya :
a)      Larutan elektrolit kuat, yaitu larutan elektrolit dengan daya hantar listrik basar,sehingga menyebabkan nyala lampu terang. Contoh: larutan asam kuat (HCl, HBr, HSO, HNO), basa kuat (LiOH, NaOH, KOH, Ba(OH)), asam-asam oksihalogen (HClO, HlO, HClO, HlO), dan garam-garam (NaCl, KCl).
b)      Larutan elektrolit lemah, yaitu larutan elektrolit dengan daya hantar listrik lemah/kecil, sehingga menyebabkan nyala lampu redup atau hanya timbul gelembung gas saja. Contoh: CHCOOH, Al(OH), AgCl, CaCO.
2.      Larutan Nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik yang dikarenakan zat-zat tersebut tetap berwujud molekul-molekul netral (tidak terurai menjadi ion-ion) yang tidak bermuatan listrik. Contoh: larutan gula (C₁₂H₂₂O₁₁), urea (CO(NH)),dan etanol (CHOH).

IV.         ALAT DAN BAHAN

1.      Alat :
a.       Power supply DC (adaptor)
b.      Kabel
c.       Bola lampu
d.      Elektroda
e.       Gelas kimia
f.        Tisu/kain pengering
g.       Data pengamat






 2.      Bahan :
Bahan
Ukuran/Kesatuan
Jumlah
Larutan HCL
1M
50 ml
Larutan asam cuka (CH3COOH)
1M
50 ml
Larutan NaOH
1M
50 ml
Larutan gula
1M
50 ml
Larutan NaCl (garam dapur)
1M
50 ml
Etanol (alkohol)
70%
50 ml
Larutan urea
-
50 ml









V.            PROSEDUR KERJA

1.      Siapkan alat dan bahan, susun rangkaian penguji larutan.
2.      Sambungkan kabel dengan lampu, kemudian sambungkan dengan batang karbon yang pertama,dan satu potong kabel lagi untuk batang karbon yang kedua.
3.      2 potong kabel tersebut sambungkan ke Power Suplly DC
4.      Siapkan Larutan yang di uji
5.      Nyalakan Power suplly, atur tegangan di 9 Volt
6.      Kemudian masukan kedua batang karbon ke dalam gelas kimia yang berisi larutan
7.      Jika Kedua batang karbon mengeluarkan gelembung gas,dan lampu menyala terang maka larutan itu merupakan larutan elektrolit kuat
8.      Jika Kedua batang karbon mengeluarkan gelembung gas dan lampu menyala redup atau mati maka larutan itu termasuk larutan elektrolit lemah.
9.      Dan jika Kedua batang karbon tidak muncul gelembung gas maka larutan itu termasuk larutan non elektrolit.

BAB 2
HASIL PENGAMATAN

No.
Bahan Yang di Uji
Rumus Zat Terlarut
Lampu Menyala
Gelembung Gas
Keterangan
Tidak
Menyala
1.
Asam Klorida
HCl
-
ü   
Banyak
Elektrolit kuat
2.
Larutan Urea
CO(NH)
ü  
-
Tidak ada
Non elektrolit
3.
Natrium Klorida
NaCl
-
ü   
Ada
Elektrolit lemah
4.
Etanol
C2H5OH
ü  
-
Tidak ada
Non elektrolit
5.
Natrium Oksida
NaOH
-
ü   
Banyak
Elektrolit kuat
6.
Asam Cuka
CH3COOH
ü  
-
Ada
Elektrolit lemah
7.
Larutan Gula
C12H22O11
ü  
-
Tidak ada
Non elektrolit



BAB 3


Larutan Asam Klorida (HCl),  larutan Natrium Oksida (NaOH) dan larutan Natrium Klorida (NaCl) merupakan larutan elektrolit kuat, karena saat larutan diuji menggunakan rangkaian uji elektrolit, lampu menyala terang dan terdapat banyak gelembung gas. Dalam Larutan elektrolit kuat molekulnya mengalami ionisasi sempurna. Reaksi ionisasi dari zat elektrolit yang terdapat pada larutan Asam Klorida (HCl) adalah : HCl→ H+ + Cl- ,  larutan Natrium Hidroksida (NaOH) adalah : NaOH→ Na+ + OH-  dan larutan Natrium Klorida (NaCl) adalah : NaCl→ Na+ + Cl- .
            larutan Asam Cuka (CH3COOH) merupakan larutan elektrolit lemah, karena saat diuji menggunakan rangkaian uji elektrolit, lampu menyala redup atau mati dan ada gelembung gas.  Dalam larutan elektrolit lemah molekulnya mengalami ionisasi sebagian. Reaksi ionisasi dari zat elektrolit yang terdapat pada larutan Asam Cuka (CH3COOH) adalah : CH3COOH→  H+ + CH3COO-
            Larutan Urea (CO(NH)₂), larutan Etanol (C2H5OH) dan larutan Gula(C12H22O11) merupakan larutan non elektrolit, karena saat diuji menggunakan rangkaian uji elektrolit, lampu mati dan tidak terdapat gelembung gas. Dalam Larutan non elektrolit molekulnya tidak mengalami ionisasi atau tidak teruai menjadi ion-ion positif maupun negatif.




BAB 4
KESIMPULAN

Larutan-larutan yang dapat menghasilkan gelembung gas dan bahkan hingga menyalakan lampu disebut larutan elektrolit. Larutan elektrolit dapat menyalakan lampu karena dapat terionisasi dalam larutanya. Sedangkan larutan yang tidak dapat menyalakan lampu ataupun menghasilkan gelempung gas disebut larutan nonelektrolit.
 Larutan elektrolit dapat dikelompokan menjadi larutan elektrolit lemah dan larutan elektrolit kuat berdasarkan derajat ionisasinya. Larutan elektrolit kuat akan terionisasi sempurna saat dilarutkan, sedangkan larutan elekrolit lemah saat dilarutkan tidak semuanya akan terionisasi sehingga dapat berubah kembali ke senyawa asalnya.