Rabu, 17 April 2013
Minggu, 14 April 2013
diem tepar dimeja
saat kita marah trus ada orang nyebelin nyamperin mending diem aja tepar
di meja, daripada disahutin trus keluar kata2 jahat dari mulut sendiri.
bikin orang sakit hati. mending diem tepar di meja
pengennya sih
mau jadi penulis tapi gak ada inspirasi. duh kreativitasnya gk jalan.pengendeh punyak inspirator. kalo bisa sih sepaket sama motivator. tapi cumak one person aja.. hiks, smpek sekarang belom juga nemu. ahh... paling juga Tuhan tau kapan harus donorin someone buat peri kecil tak berdaging ini. hehehe :)
Sabtu, 09 Maret 2013
Laporan Praktek Kimia
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
Nama : Denik Maria Ulfa Kelas : XII IPA1
BAB 1
I. JUDUL PRAKTIKUM
Menguji larutan elektrolit dan non elektrolit
II. TUJUAN PRAKTIKUM
1.
Mengamati gejala-gejala
hantaran listrik melalui larutan
2.
Membedakan larutan
elektrolit dan non elektrolit
3.
Membedakan larutan yang
termasuk elektrolit kuat dan elektrolit lemah
III. DASAR TEORI
Larutan adalah campuran
yang antar zat penyusunnya tidak memiliki bidang batas dan bersifat homogeny di
setiap bagian campuran (baik fase, komposisi dan sifat fisik lainnya).
1.
Larutan Elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik
yang disebabkan adanya ion-ion positif dan ion-ion negatif yang berasal dari
senyawa elektrolit yang terurai dalam larutan. Adanya aliran listrik melalui
larutan ditandai oleh nyala lampu pada rangkaian itu dan adanya suatu perubahan
(misal timbul gelembung) pada salah satu atau kedua elektrodenya.
Berdasarkan derajat
ionisasinya :
a)
Larutan elektrolit kuat, yaitu larutan elektrolit dengan
daya hantar listrik basar,sehingga menyebabkan nyala lampu terang. Contoh:
larutan asam kuat (HCl, HBr, H₂SO₄, HNO₃), basa kuat (LiOH,
NaOH, KOH, Ba(OH)₂), asam-asam
oksihalogen (HClO, HlO, HClO₃, HlO₄), dan garam-garam (NaCl, KCl).
b)
Larutan elektrolit lemah, yaitu larutan elektrolit
dengan daya hantar listrik lemah/kecil, sehingga menyebabkan nyala lampu redup
atau hanya timbul gelembung gas saja. Contoh: CH₃COOH, Al(OH)₃, AgCl, CaCO₃.
2. Larutan Nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus
listrik yang dikarenakan zat-zat tersebut tetap berwujud molekul-molekul netral
(tidak terurai menjadi ion-ion) yang tidak bermuatan listrik. Contoh: larutan
gula (C₁₂H₂₂O₁₁), urea (CO(NH₂)₂),dan etanol (C₂H₅OH).
IV.
ALAT DAN BAHAN
1. Alat :
a. Power supply DC (adaptor)
b. Kabel
c. Bola lampu
d. Elektroda
e. Gelas kimia
f.
Tisu/kain pengering
g. Data pengamat
2. Bahan :
Bahan
|
Ukuran/Kesatuan
|
Jumlah
|
Larutan HCL
|
1M
|
50 ml
|
Larutan asam cuka (CH3COOH)
|
1M
|
50 ml
|
Larutan NaOH
|
1M
|
50 ml
|
Larutan gula
|
1M
|
50 ml
|
Larutan NaCl (garam dapur)
|
1M
|
50 ml
|
Etanol (alkohol)
|
70%
|
50 ml
|
Larutan urea
|
-
|
50 ml
|
V.
PROSEDUR KERJA
1. Siapkan alat dan bahan, susun
rangkaian penguji larutan.
2. Sambungkan
kabel dengan lampu, kemudian sambungkan dengan batang karbon yang pertama,dan
satu potong kabel lagi untuk batang karbon yang kedua.
3. 2 potong kabel tersebut
sambungkan ke Power Suplly DC
4. Siapkan Larutan yang di uji
5. Nyalakan Power suplly, atur
tegangan di 9 Volt
6. Kemudian masukan kedua batang
karbon ke dalam gelas kimia yang berisi larutan
7. Jika Kedua batang karbon
mengeluarkan gelembung gas,dan lampu menyala terang maka larutan itu merupakan
larutan elektrolit kuat
8. Jika Kedua batang karbon
mengeluarkan gelembung gas dan lampu menyala redup atau mati maka larutan itu
termasuk larutan elektrolit lemah.
9.
Dan jika
Kedua batang karbon tidak muncul gelembung gas maka larutan itu termasuk
larutan non elektrolit.
BAB 2
HASIL PENGAMATAN
No.
|
Bahan Yang di Uji
|
Rumus Zat Terlarut
|
Lampu Menyala
|
Gelembung Gas
|
Keterangan
|
|
Tidak
|
Menyala
|
|||||
1.
|
Asam
Klorida
|
HCl
|
-
|
ü
|
Banyak
|
Elektrolit kuat
|
2.
|
Larutan
Urea
|
CO(NH₂)₂
|
ü
|
-
|
Tidak ada
|
Non elektrolit
|
3.
|
Natrium
Klorida
|
NaCl
|
-
|
ü
|
Ada
|
Elektrolit lemah
|
4.
|
Etanol
|
C2H5OH
|
ü
|
-
|
Tidak ada
|
Non elektrolit
|
5.
|
Natrium
Oksida
|
NaOH
|
-
|
ü
|
Banyak
|
Elektrolit kuat
|
6.
|
Asam
Cuka
|
CH3COOH
|
ü
|
-
|
Ada
|
Elektrolit lemah
|
7.
|
Larutan
Gula
|
C12H22O11
|
ü
|
-
|
Tidak ada
|
Non elektrolit
|
BAB 3
Larutan Asam Klorida (HCl), larutan Natrium Oksida (NaOH) dan larutan
Natrium Klorida (NaCl) merupakan larutan elektrolit kuat, karena saat
larutan diuji menggunakan rangkaian uji elektrolit, lampu menyala terang dan
terdapat banyak gelembung gas. Dalam Larutan elektrolit kuat molekulnya
mengalami ionisasi sempurna. Reaksi ionisasi dari zat elektrolit yang terdapat
pada larutan Asam Klorida (HCl) adalah : HCl→ H+ + Cl- , larutan Natrium Hidroksida (NaOH) adalah :
NaOH→ Na+ + OH-
dan larutan Natrium Klorida (NaCl) adalah : NaCl→ Na+ + Cl-
.
larutan Asam Cuka (CH3COOH) merupakan larutan
elektrolit lemah, karena saat diuji menggunakan rangkaian uji elektrolit, lampu
menyala redup atau mati dan ada gelembung gas.
Dalam larutan elektrolit lemah molekulnya mengalami ionisasi sebagian.
Reaksi ionisasi dari zat elektrolit yang terdapat pada larutan Asam Cuka (CH3COOH)
adalah : CH3COOH→ H+
+ CH3COO-
Larutan
Urea (CO(NH₂)₂), larutan Etanol (C2H5OH)
dan larutan Gula(C12H22O11) merupakan larutan
non elektrolit, karena saat diuji menggunakan rangkaian uji elektrolit, lampu
mati dan tidak terdapat gelembung gas. Dalam Larutan non elektrolit molekulnya tidak
mengalami ionisasi atau tidak teruai menjadi ion-ion positif maupun negatif.
BAB 4
KESIMPULAN
Larutan-larutan yang dapat menghasilkan gelembung gas dan bahkan hingga
menyalakan lampu
disebut larutan elektrolit.
Larutan elektrolit
dapat menyalakan
lampu karena dapat terionisasi
dalam larutanya. Sedangkan larutan yang tidak dapat menyalakan lampu ataupun menghasilkan gelempung gas disebut
larutan nonelektrolit.
Larutan elektrolit dapat dikelompokan menjadi larutan elektrolit lemah dan larutan elektrolit
kuat berdasarkan derajat ionisasinya. Larutan elektrolit
kuat akan terionisasi
sempurna saat dilarutkan, sedangkan larutan elekrolit
lemah saat
dilarutkan tidak semuanya
akan terionisasi
sehingga dapat berubah kembali ke senyawa asalnya.
Langganan:
Postingan (Atom)







