Minggu, 23 Desember 2012

denik lagih kangen
kegagalan itu dirasa layaknya sebuah pukulan yang pemerannya musti tersungkur jatuh hingga melibatkan airmata sebagai penenangnya. tapi kegagalan bukan akhir dari segalanya. hanya saja keberhasilan enggan berada didepan sebab kemalasan yang masih kerasan bertempat diperasaan. aku yakin, entah kapan keberhasilan itu akan datang bersamaan dengan kebahagiaan yang awalnya dari kejujuran lalu memerankan pikiran layaknya peran.
dan sekarang....
aku lebih baik jujur diantara yang dusta 
dari pada harus dusta dari yang dusta.. 
tuhan bersama orang-orang yang jujur, amiin :)

Kamis, 20 Desember 2012

waiting for you :*

malam ini dirasa tak ada beda dengan malam kemaren, bahkan sebelum dan sebelumnya malam kemaren. kenapa aku selalu butuh asupan perhatian pada sosok yang terjebak jarak bersama sang waktu yang masih saja buntu? padahal wujudnya sudah nyata sulit terbaca oleh mata, bahkan bertemu dimimpi sekalipun tak dapat, sekedar hanya ingin merapat memeluk erat. hehe :D
08.20 pm.
masih terus dungu menunggu sang waktu agar membolehkan ku bercakap walau tak bertatap, setidaknya untuk hati yang mulae pengap. hiuhh
Terkadang kamu egois yah :| trus suka bikin aku bingung deh trus jadinya aku punya persepsi sendiri deh trus ga diomongin deh trus kayak ada yang ganjel gitu. aaaak, memang nih yaa jarak juga menyumbang =]

karya tulisan pertama ku :D

pemerhati lagi-lagi harus menghakimi isi hati sendiri yang mati sebab sepi nyaris menggerogoti. entah berapa sudah pertanyaan asing yang bising dari pemikiran tentang perasaan malah meruntuhkan dinding pendirian yang pada awalnya agar tetap bertahan tapi kemudian terpuruk karna penyesalan berkepanjangan tak berkesudahan.

 aku dimananya hatimu? 

apa aku disana?

 sekedar memberi lorong kecil untuk hati kecil yang mungkin mulai terkucil meminta tempat tepat agar tak bersekat pekat. kumohon jawab lantang dari hati yang menantang meminta cahaya penerang agar tak petang. hmmm kurasa titik-titik gerimis rusuh jatuh dari mata pengharap yang mulai pengap. mungkin aku akan lenyap tanpa sayap dan mulai mengikuti kehendak sang waktu karena bukan di sana tempat yang semestinya aku tuju. karna Kita hanyalah dua asing yang belum saling mengetahui dalamnya masing-masing.